Direktur Utama Adira Stanley Setia Atmadja, Senin (12/10), mengakui perolehan laba selama 9 bulan di tahun 2009, menurun dibandingkan laba di periode yang sama tahun lalu. "Turun sedikit, cenderung flat," ujarnya.
Penurunan laba terjadi karena bisnis pembiayaan masih terimbas krisis keuangan global selama semester pertama tahun 2009. Krisis menyebabkan perbankan sangat hati-hati memberikan pinjaman.
Bank memberikan bunga kredit yang tinggi ke perusahaan multifinance, untuk mengantisipasi risiko. Alhasil, Adira tak berani mematok target pembiayaan setinggi pencapaian tahun lalu, yaitu Rp 14 triliun. Adira hanya memasang target pembiayaan tahun ini Rp 12 triliun.
Sepanjang kuartal tiga 2009, Adira telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 10 triliun, atau setara dengan pembiayaan untuk pembelian 95.000 motor dan 22.000 mobil. "Naik sedikit dari semester satu yang masih Rp 9 triliun. Itu untuk 85.000 motor dan 20.000 mobil," imbuhnya.
Seiring dengan penurunan target pembiayaan, Adira tidak menargetkan perolehan laba yang tinggi. "Tahun lalu laba kami Rp 1 triliun. Mungkin tahun ini, angkanya turun Rp 100 miliar menjadi Rp 900 miliar," kata Stanley.
Namun, Stanley tetap optimistis, pada tahun 2010 kinerja Adira akan lebih mengkilap daripada pencapaian tahun ini. Stanley berharap, nilai pembiayaan Adira sepanjang 2010 bisa naik antara 10% - 30% daripada nilai tahun ini. Ia optimistis Adira bisa mencapai target itu karena situasi ekonomi makro di tahun depan diperkirakan lebih baik daripada tahun ini.
Adira merupakan anak perusahaan PT Bank Danamon Tbk. Bulan Mei lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Danamon memutuskan untuk membeli 20% saham Adira dari Mega Value Profits Limited.
Chief Financial Officer Bank Danamon Vera Eve Lim menyatakan, pembelian tersebut mengangkat kepemilikan saham Bank Danamon di Adira menjadi 95%. "Nilai transaksi pembelian saham Rp 1,6 triliun," kata dia.
Sumber: Kontan Online


hem...bagus..bagus..adira memang perusahaan kaya..tpi tolong perhatikan kesejahteraan staffnya..masih ada kesenjangan penghasilan yg signifikan antara staff dengan level section head..