Anak Muda Memang Lekat dengan Produk Teknologi

Banyak orang menyebutkan bahwa dunia kalangan muda lekat dengan dunia consumer electronics dengan berbagai alasan. Kalangan muda sering disebut sebagai kalangan yang cenderung lebih cepat melakukan adaptasi pada penggunaan teknologi. Mereka pun lebih aktif dalam melakukan pencarian informasi dan mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Berdasarkan hasil riset, terdapat tiga jenis produk yang dimiliki sebagian besar anak muda Indonesia dengan SEC ABC yang tinggal di 10 kota besar yaitu HP, DVD, dan televisi. Ketiga produk ini seringkali tidak dapat dilepaskan dari kehidupan anak muda. Hal yang berbeda dari riset tahun ini adalah penambahan kategori tablet. Produk tablet mulai digemari, namun harganya sendiri masih relatif mahal dan kemampuannya yang masih terbatas bila dibandingkan netbook atau notebook, penetrasi dari produk ini pun masih rendah. Namun perlu diperhatikan bahwa produk tidak hanya memiliki manfaat fungsional namun juga emosional. Tablet menjadi bagian dari gaya hidup dan status dari kalangan muda. Berdasarkan hal ini, dapat diprediksikan pertumbuhan kategori produk yang satu ini akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam kurun waktu satu tahun. Mengenai hal ini, Marketeers telah melakukan wawancara Daniel Rustandi selaku Marketing Director Acer Indonesia dan Willy Bayu Santosa selaku Head of Department Corporate Marketing Samsung Electronics. Beberapa waktu terakhir kedua merek ini sering disebut-sebut di dunia gadget, dunia yang lekat di kalangan anak muda. Tentu akan pandangan kedua praktisi ini akan memberikan pemahaman yang baik tentang cara perusahaan produk teknologi dalam menggarap pasar kalangan muda. Pandangan Samsung pada pasar youth Untuk pemasaran tablet, Samsung menggunakan media tradisional dan juga media digital. Samsung berusaha aktif dalam kegiatan social marketing agar dapat melakukan pendekatan yang lebih efektif pada pasar anak muda. Mengenai daya beli anak muda, Willy Bayu Santosa berpendapat bahwa itu tergantung dari cara perusahaan melihatnya. “Anak muda memang belum memiliki income. Uang kalangan muda ini sebagian besar datang dari orang tuanya. Dan kebanyakan orang tua cenderung memberikan apa yang diminta atau dibutuhkan anaknya,” ujarnya. Tiara Harahap selaku Product Sales Division dari Sony Indonesia untuk kategori game business juga memiliki pendapat yang senada mengenai daya beli anak muda. Sony, terutama dari divisi gaming, menganggap produknya sebagai bagian dari hobi. Bila berbicara mengenai hobi, sebagian besar orang akan memiliki dana alokasi tersendiri agar dapat melakukan pembelian pada produk-produk yang mereka senangi. Tiara juga memaparkan keuntungan memasarkan produk pada kalangan muda. Kalangan muda cenderung membentuk atau tergabung dengan komunitas dan kegiatan sosialisasinya pun cenderung lebih tinggi bila dibandingkan kelompok umur lainnya. Oleh karena itu, bila produk berhasil memberikan kesan baik dan dipersepsikan positif pada anak muda. Informasi ini akan dapat tersebar dengan baik melalui word of mouth di lingkungan mereka. Willy juga menambahkan keuntungan lainnya mengenai dampak positif bila perusahaan mencoba melakukan pendekatan pada pasar youth. “Semakin muda konsumen menggunakan produk kita, semakin melekat produk kita pada kehidupan mereka,” ujarnya. Sangat mungkin bila merasa cocok, mereka akan melakukan pembelian ulang pada produk tersebut atau memakai jenis produk lain dengan merek yang sama. Bila merasa puas dengan kinerja produk, kalangan muda ini sangat mungkin melakukan regenerasi. Kebiasaan dalam mengkonsumsi produk tertentu dengan suatu merek akan diturunkan kepada anak-anaknya. Pandangan Acer pada pasar youth Acer sebagai pemenang dalam kategori notebook dan netbook berusaha untuk aktif dan berinteraksi secara intens di media sosial. Alasannya di media inilah banyak anak muda berkumpul, saling berbagi, sekaligus berkreasi. “Acer hadir dengan bahasanya anak muda dan secara konsisten melakukan aktivitas online atau memberi support terhadap kegiatan komunitas, dimana anak muda berpartisipasi,” ujar Daniel Rustandi. Acer juga selalu berupaya agar setiap aktivitas yang dilakukan dapat membangun kedekatan dan kepercayaan anak muda terhadap merek perusahaan. Di era digital saat ini, informasi semakin cepat dan mudah didapatkan apalagi pada produk-produk teknologi yang memiliki perkembangan yang cukup pesat. “Hal ini menjadi opportunity sekaligus tantangan untuk setiap merek dalam menyediakan informasi,” Daniel menanggapi. Lebih jauh lagi beliau menjelaskan informasi ini yang digunakan anak muda dalam proses pengambilan keputusan dalam pembelian. “Ini membuat persaingan di pasar anak muda semakin dinamis. Brand semakin kreatif, informatif, dan persuasive dalam mencoba menarik perhatian pasar ini,” jelasnya lebih lanjut. Mengenai keuntungan menggarap pasar youth, Daniel memiliki pendapat bahwa pada dasarnya, pasar Indonesia semakin berkembang. Akses teknologi akan semakin mudah di masa datang dengan demikian anak muda dapat mencari informasi yang dibutuhkan brand melalui internet. Hal ini membuat mereka menjadi pasar potensial yang relatif mudah diraih, namun tentunya dengan strategi tak-tik dan channel atau medium yang tepat. Dengan menggarap pasar youth, sebenarnya perusahaan dapat memanfaatkan beberapa hal sekaligus. Di satu sisi perusahaan berusaha mencari profit, di sisi lain perusahaan juga berinvestasi dengan berusaha menjalin hubungan jangka panjang. Untuk itu penting bagi perusahaan teknologi dalam memberikan kesan pertama dapat dilakukan dengan menyediakan produk berkualitas baik dan memuaskan konsumen sehingga mereka akan kembali melakukan pembelian. Namun penting juga bagi perusahaan berusaha untuk menjaga hubungan dengan konsumen. Hal ini juga telah diyakini oleh Acer seperti penjelasan Daniel ,”Salah satu kunci keberhasilan Acer adalah kuatnya kepercayaan konsumen terhadap brand dan produk-produk kami.” Tentu kita setuju bahwa kepercayaan adalah faktor paling penting dalam hubungan panjang. Meski sebagian produsen consumer electronics product tidak menargetkan secara khusus pada kalangan muda. Mereka memperhatikan segmen pasar ini dengan berbagai alasan. Di beberapa penentuan keputusan pembelian produk, kalangan muda seringkali menjadi influencer yang cukup kuat terutama dalam pemilihan consumer electronics. Di lain pihak kalangan muda juga sering menjadi trend setter yang cukup berpengaruh setidaknya karena dua alasan. Pertama, mereka lebih cepat dan berani mencoba produk baru. Kedua, mereka cenderung lebih mudah mempromosikan produk melalui word of mouth. Artikel: http://the-marketeers.com/archives/a...teknologi.html

Related Articles



0 Responses

suarakan hati nuranimu disini sebebas mungkin..